Spontan dan Ramah Lingkungan, Itulah Survei Agoda untuk Travelling 2021

Posted on

Siapa yang udah tak sabar melakukan perjalanan pada 2021 ini? Anda sanggup jadi termasuk di dalam hasil survei yang dijalankan Agoda terkait masa depan traveling.

Berdasarkan hasil survei Agoda ‘What Matters 2021’, memasuki 2021, satu berasal dari tiga orang menantikan untuk menghabiskan lebih banyak saat berkwalitas dengan orang terdekat, diikuti permohonan untuk sanggup bepergian tanpa rintangan (24 persen), dan melakukan hal-hal bermakna atau mengakibatkan perbedaan (21 persen).

Hasil survei termasuk mengungkap temuan menarik. Responden berusia 55 th. ke atas lah yang paling menantikan sanggup bepergian tanpa hambatan. Sementara, mereka yang berusia 25–54 th. menghendaki menghabiskan lebih banyak saat berkwalitas dengan keluarga dan teman-teman.

Beda kembali kecenderungan minat pada responden berusia 18–24 tahun. Mereka yang paling bersemangat untuk mengakibatkan perubahan pada 2021.

Survei termasuk mendapati orang-orang secara world berkomitmen untuk berwisata dengan langkah tidak sama pada th. ini. Terdiri berasal dari tiga prioritas, meliputi perencanaan lebih banyak perjalanan dengan rekan dan keluarga, lebih banyak melakukan perjalanan spontan, dan berwisata yang lebih ramah lingkungan.

“2020 adalah th. saat kita bertahan hidup dan berusaha untuk melakukan yang terbaik. Terlepas berasal dari semua upaya dan kendala, riset kita memperlihatkan bahwa ada permohonan masyarakat dunia untuk melakukan perjalanan, berhubungan, mendapatkan makna, dan menghabiskan saat dengan rekan dan keluarga. Pada akhirnya, orang-orang dapat melakukan perjalanan kembali dikarenakan permohonan manusia untuk bepergian tidak sanggup dihentikan,” ucap Tim Hughes, Vice President of Corporate Development Agoda, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Senin, 11 Januari 2021.

Survei Agoda berikut dijalankan secara world dengan responden berasal dari sebagian negara. Secara umum, responden di semua negara menghendaki sanggup traveling lebih kerap dengan orang paling dekat pada 2021, kecuali responden berasal dari Inggris dan Taiwan yang lebih menghendaki berpetualang dan berkomitmen untuk melakukan lebih banyak perjalanan spontan.

Sedangkan, responden berasal dari Jepang, Singapura, dan Malaysia menghendaki wisata yang lebih santai. Di segi lain, responden berasal dari Vietnam, Korea Selatan, Filipina, Thailand, dan Indonesia lebih memilih sanggup berjalan-jalan dengan lebih perhatikan lingkungan. Responden berasal dari Indonesia, Thailand, dan Jepang termasuk berkomitmen untuk menolong destinasi wisata yang tidak amat touristy pada th. ini.

Sejalan dengan hasil survei, Kemenparekraf termasuk mendorong pengembangan wisata kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19. Konsep wisata dimaksudkan untuk memberi tambahan pengalaman yang bermakna bagi para pelancong agar perjalanan mereka tidak sekadar senang-senang, tapi termasuk sanggup menolong sesama dan menolong keberlanjutan lingkungan.

Menparekraf Sandiaga Uno mencontohkan, paket wisata kemanusiaan sanggup dikombinasikan dengan sport tourism. Menggandeng komunitas, mereka tidak cuma diajak untuk berwisata olahraga di sebuah destinasi, tapi termasuk sanggup diajak untuk berdonasi melalui olahraga yang dijalani.