Meraup Untung dari Bisnis Simpel Sate Taichan

Posted on

Siapa yang tak kenal makanan sate? Makanan khas Indonesia ini memiliki banyak penggemar.

Kini varian sate makin lama beragam. Pada awalnya sate berbalut bumbu kacang dan kecap, kini banyak varian dan modifikasi sate. Salah satunya sate taichan yang mampu merebut perhatian pasar tiga th. belakangan .

Peluang inilah yang cobalah ditangkap oleh pelaku usaha. Salah satunya Okki Indiyanto, asal Bekasi Jawa Barat yang tawarkan kemitraan Taichan Station. “Taichan Station merupakan keliru satu inovasi paling baru saya dikarenakan sate taichan memiliki banyak penggemar,” kata pria yang berkecimpung di usaha kemitraan lima th. lalu.

Memang, Okki merupakan adalah pemain lama didalam industri kemitraan Tanah Air. Ia pernah tawarkan kira-kira 30 merek usaha melalui program kemitraan usaha.

Khusus Taichan Station, ia tawarkan dua paket kemitraan. Pertama paket dengan investasi sebesar Rp 7 juta. Yang kedua investasi sebesar Rp 12,5 juta.

Dengan modal sebesar ini, para mitra Taichan Station dapat beroleh layanan satu unit gerobak/ booth sesuai paket, peralatan usaha layaknya kompor gas, panggangan, cool box, pelatihan karyawan, resep, bahan baku awal, dan juga subsidi cost kirim untuk mitra di luar Bekasi, Jawa Barat.

Perbedaan dua paket selanjutnya tersedia pada ukuran dan bahan gerobak, dan juga kuantitas bahan baku awal dan peralatan yang dapat didapat mitra. “Paket Rp 7 juta mampu gerobak kayu, ukuran kecil dan modelnya sederhana. Sedangkan paket Rp 12,5 juta bahan gerobak berasal dari baja ringan, ukurannya termasuk beda, lebih besar dan desainnya lebih modern,” jelasnya.

Ada aneka menu sate taichan yang ditawarkan, layaknya sate taichan bakar, sate taichan goreng dan sate taichan mozarela. Konsumen bebas pilih aneka varian sate selanjutnya dengan banderol harga kira-kira Rp 2.000 per tusuk hingga Rp 2.500 per tusuk. Ada pula harga per porsi berisi 10 tusuk sate taichan dengan harga Rp 20.000–Rp 25.000 per porsi.

Sejatinya ia tidak mematok harga menjual bagi para mitra bisnis. Selain itu mitra termasuk dipersilakan untuk mengembangkan varian menu sesuai dengan kreativitas masing-masing. “Jadi harga menjual mampu sesuaikan dengan keperluan dan kondisi pasar sekitarnya,” ucapnya.

Dengan kondisi yang ada, Okki menargetkan tiap-tiap gerai Taichan Station mampu meraup omzet kira-kira Rp 500.000 hingga Rp 800.000 per hari. Artinya sebulan, gerai mitra mampu mengantongi omzet Rp 15 juta–Rp 20 juta.

Adapun laba bersih yang didapat mampu raih 40%. Dengan perhitungan tersebut, mitra diprediksi mampu raih balik modal pada dua hingga lima bulan.

“Mitra mampu balik modal lebih cepat dikarenakan tidak harus membeli bahan baku berasal dari pusat,” tandasnya.

Sudah begitu, mitra tidak harus membayar cost royalti bulanan dan diberi resep dikarenakan proses yang diterapkan kemitraan mandiri.